{"id":6417,"date":"2022-05-22T16:41:30","date_gmt":"2022-05-22T16:41:30","guid":{"rendered":"https:\/\/www.satuvision.com\/9-tips-ux-writing-agar-hasilnya-efektif\/"},"modified":"2022-05-22T16:41:30","modified_gmt":"2022-05-22T16:41:30","slug":"9-tips-ux-writing-agar-hasilnya-efektif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.satuvision.com\/id\/9-tips-ux-writing-agar-hasilnya-efektif\/","title":{"rendered":"9 Tips UX Writing Agar Hasilnya Efektif!"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Di artikel sebelumnya, kita sudah membahas apa itu UX writer bukan? Kali ini, kita akan membahas <strong>9 tips UX Writing <\/strong>yang perlu dipahami oleh para UX writer. Mungkin sebagian dari Anda menganggap bahwa UX adalah tentang desain saja, yang menciptakan gambar yang apik, menarik, dan alur pengguna yang menyenangkan untuk mereka. <strong>Nah, UX writer ini membuat sebuah copy yang kegiatannya disebut dengan UX Writing<\/strong>.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>UX Writing merupakan part penting dalam dunia UX, dimana ini akan memudahkan dan memberikan informasi yang tepat kepada pengguna saat mengakses website. Dengan begitu, ini akan membantu pengguna terhindar dari kebingungan dan menciptakan customer journey yang lebih baik dan menyenangkan saat mengakses website. UX Writing mencakup <strong>teks berharga <\/strong>seperti instruksi, tombol, menu, penjelasan, section bar, dan lain-lain yang dapat menarik minat audiens.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Yuk, SATUVISION akan memberikan Anda tips jitu agar copy yang Anda buat baik dan menarik audiens!<\/em><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator is-style-wide\"\/>\n\n\n\n<div style=\"height:50px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Pastikan-kejelasannya-dan-membantu\">Pastikan kejelasannya dan membantu<\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.satuvision.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pastikan-kejelasannya-dan-membantu-e1653218316644-1024x642.jpg\" alt=\"tulisan tips membantu pada kubus | tips ux writing\" class=\"wp-image-8333\" width=\"768\" height=\"482\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Saat menulis copy website, kejelasan tulisan merupakan faktor penting untuk dipertimbangkan. Pengguna akan lebih mudah memahami jika tulisannya jelas.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, jika Anda ingin menulis peringatan saat pengguna akan menghapus informasi. Merupakan ide bagus untuk memberi tahu detail yang spesifik tentang apa yang akan dihapusnya. Sehingga, pengguna dapat membuat pilihan dengan cepat dan menghindari penghapusan yang salah secara tidak sengaja.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:50px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Pahami-audiens\">Pahami audiens<\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.satuvision.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pahami-audiens-e1653218275506-1024x806.jpg\" alt=\"gambar manusia yang saling memahami | tips ux writing\" class=\"wp-image-8325\" width=\"768\" height=\"605\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Pastikan Anda tahu siapa target audiens Anda sebelum Anda mulai menulis copy untuk website Anda. Jadi, lakukan beberapa riset pendahuluan untuk lebih memahami target audiens Anda lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n<p>Sangat penting untuk mengetahui siapa mereka dan apa yang diharapkan saat membaca copy website. Dengan mengetahuinya, tentu akan membuatnya lebih mudah untuk memahami alur tindakan dari pengguna.<\/p>\n\n\n\n<p>Akan jauh lebih mudah untuk memilih bahasa yang tepat dan memudahkan konsumen untuk memahami jika Anda memahami alur yang akan dilakukan oleh mereka.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:50px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Ringkas\">Ringkas<\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.satuvision.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Ringkas-e1653218334808-1024x678.jpg\" alt=\"tulisan ringkas di sebuah kertas | tips ux writing\" class=\"wp-image-8337\" width=\"768\" height=\"509\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Tips UX Writing selanjutnya yaitu tulis copy yang ringkas sangat penting bagi seorang UX writer. Alasannya agar pengguna dapat membacanya dengan lebih cepat dan mudah dipahami. Itu tidak berarti bahwa copy yang singkat selalu lebih baik. Pengguna tentu akan bingung jika tulisannya singkat namun maknanya tidak jelas.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka dari itu, buatlah copy Anda tetap ringkas sambil menjaga artinya tetap jelas dan mudah dipahami.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:50px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Konsisten\">Konsisten<\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.satuvision.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Konsisten-e1653218253833-1024x816.jpg\" alt=\"tulisan tetap konsisten di sebuah kertas | tips ux writing\" class=\"wp-image-8321\" width=\"768\" height=\"612\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Inkonsistensi dalam pilihan kata adalah salah satu masalah yang harus dihindari saat membuat copy atau <em>microcopy<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengguna akan menjadi bingung dan kesulitan memahami copy pada website, seperti misalnya penjelasan produk atau jasa yang Anda jual di website Anda. Penjelasan yang diberikan harus konsisten, dan tidak menggunakan kata yang berlawanan.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:50px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Gunakan-kata-kata-yang-mudah-dimengerti\">Gunakan kata-kata yang mudah dimengerti<\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.satuvision.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Gunakan-kata-kata-yang-mudah-dimengerti-e1653218221746-1024x681.jpg\" alt=\"seorang pria yang membaca sesuatu dan mudah mengerti | tips ux writing\" class=\"wp-image-8313\" width=\"768\" height=\"511\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Seorang UX writer lebih baik menggunakan bahasa sederhana yang dapat dipahami pengguna. Ingatlah bahwa tujuan menulis salinan untuk situs web adalah untuk memudahkan pembaca memahaminya, jadi pilihlah bahasa yang lebih familiar bagi mereka.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:50px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Pakai-kalimat-aktif\">Pakai kalimat aktif<\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.satuvision.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Pakai-kalimat-aktif-e1653218296154-1024x724.jpg\" alt=\"pakai kalimat aktif, tidak pasif | tips ux writing\" class=\"wp-image-8329\" width=\"768\" height=\"543\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Tips UX Writing selanjutnya yaitu gunakan kalimat aktif. Meskipun menulis dengan kalimat pasif tidak ada salahnya, menggunakan kalimat aktif seringkali lebih membantu dalam UX Writing. Dengan suara aktif, copy Anda akan lebih tepat dan tertargetkan ke audiens. Ini juga akan lebih menarik dengan menggunakan kalimat aktif karena copy Anda akan terlihat lebih jelas dan kuat.<\/p>\n\n\n\n<p>Coba Anda bandingkan kedua kalimat ini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Subscribe untuk tren dan berita digital terbaru<\/li><li>Untuk tren dan berita digital terbaru, Anda harus melakukan subscribe<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Jika dibandingkan, tentunya pengguna akan lebih mudah memahami perintah kalimat pertama yang menggunakan kalimat aktif.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:50px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Sesuaikan-copy-dengan-voice-dari-perusahaan\">Sesuaikan copy dengan voice dari perusahaan<\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.satuvision.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Sesuaikan-copy-dengan-voice-dari-perusahaan-e1653218360756-1024x678.jpg\" alt=\"seorang wanita yang memegang gambar suara | tips ux writing\" class=\"wp-image-8341\" width=\"768\" height=\"509\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Salah satu aspek penting yang perlu diingat saat menulis copy adalah tone of voice perusahaan. Kenali tone of voice perusahaan. Kemudian temukan kata-kata yang mencerminkan kepribadian dari perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, perusahaan memiliki tone of voice yang santai dan bersemangat. Maka, Anda dapat menggunakan kata-kata yang mencerminkan hal tersebut seperti \u201cTunggu apalagi, yuk segera hubungi kami!\u201d daripada menggunakan \u201cJika Anda berminat, Anda dapat menghubungi kontak yang tersedia\u201d.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:50px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Buat-copy-yang-positif\">Buat copy yang positif<\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.satuvision.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Buat-copy-yang-positif-e1653218200819-1024x681.jpg\" alt=\"tulisan agar tetap positif | tips ux writing\" class=\"wp-image-8309\" width=\"768\" height=\"511\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Anda ingin pengguna memiliki pengalaman positif saat pertama kali mengunjungi situs web Anda bukan? Jadi, agar target audiens mendapat kesan positif, maka copy Anda juga harus positif. Pernyataan negatif harus dihindari untuk mencapai hal ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentu saja, Anda tidak harus selalu mengikuti aturan ini. Misalnya, menggunakan &#8220;jangan&#8221; tidak selalu merupakan hal yang buruk karena dapat digunakan untuk menekankan suatu hal. Namun, saat mendeskripsikan produk atau layanan dari perusahaan Anda, cobalah untuk menghindari penggunaan kalimat seperti itu.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:50px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"Jangan-tulis-semua-informasi\">Jangan tulis semua informasi<\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.satuvision.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Jangan-tulis-semua-informasi-e1653218236555-1024x678.jpg\" alt=\"seorang wanita dengan postur tubuh yang mengatakan tidak | tips ux writing\" class=\"wp-image-8317\" width=\"768\" height=\"509\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Dan tips UX Writing yang terakhir, agar menghindari kebingungan pengguna terkadang penting untuk memberikan informasi tambahan juga. Namun, Anda harus ingat bahwa terlalu banyak informasi yang diperlihatkan dapat membingungkan pengguna.<\/p>\n\n\n\n<p>Agar pengguna dapat memperoleh informasi yang mereka butuhkan tanpa menjadi kebingungan, Anda dapat menggunakan trik copy &#8220;Baca lebih lanjut&#8221; dan mengarahkannya ke halaman yang lebih spesifik terkait informasi yang ingin mereka ketahui. Ini juga akan memberikan kesan &#8220;clear&#8221; pada website Anda, tetapi tidak menghilangkan informasi terkait perusahaan sedikitpun.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:50px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-text-color has-background is-style-wide\" style=\"background-color:#f78263;color:#f78263\"\/>\n\n\n\n<p>Itulah <strong>9 tips UX Writing <\/strong>agar copy yang Anda hasilkan efektif. Tentunya, membangun website akan melibatkan banyak pihak, tidak tentang suatu desain saja tetapi mengenai tulisan atau copy yang akan ditampilkan pada halaman website tersebut juga. Copy yang baik juga dapat menjadi <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Call_to_action_(pemasaran)#:~:text=Call%20to%20action%20(disingkat%20CTA,secara%20langsung%20sehingga%20menghasilkan%20konversi.\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">CTA<\/a> untuk hasil\u00a0 yang Anda harapkan dari pengunjung website, penjualan misalnya. Nah, jika Anda berencana membuat website untuk perusahaan Anda tetapi kesulitan dalam pembuatan copy nya, <a href=\"https:\/\/www.satuvision.com\/id\/hubungi-satuvision\/\"><strong>SATUVISION<\/strong><\/a> dapat membantu Anda. Selain itu, kami juga dapat membantu dalam pembuatan website perusahaan Anda dari 0 loh. Jika Anda ingin konsultasi mengenai website, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi kami ya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di artikel sebelumnya, kita sudah membahas apa itu UX writer bukan? Kali ini, kita akan membahas 9 tips UX Writing yang perlu dipahami oleh para UX writer. Mungkin sebagian dari Anda menganggap bahwa UX adalah tentang desain saja, yang menciptakan gambar yang apik, menarik, dan alur pengguna yang menyenangkan untuk mereka. Nah, UX writer ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":3867,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[48,279,273],"tags":[640,356,448],"class_list":["post-6417","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","category-komunikasi","category-umum-lainnya","tag-tips-ux-writing","tag-user-experience","tag-ux-writing"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.satuvision.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6417","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.satuvision.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.satuvision.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.satuvision.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.satuvision.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6417"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.satuvision.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6417\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.satuvision.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3867"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.satuvision.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6417"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.satuvision.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6417"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.satuvision.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6417"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}