Loading
a group of employees of a digital marketing agency for hospitality are happy to be in the office because the company has implemented excellent employee retention

Employee Retention Adalah? Pengertian dan Strategi Untuk Industri Hospitality

Dalam dunia sektor perhotelan yang serba cepat dan dinamis, di mana memastikan kepuasan tamu merupakan hal yang paling penting, ada aspek penting yang cenderung terabaikan, yaitu kepuasan karyawan. Employee retention adalah kemampuan perusahaan untuk mempertahankan karyawannya agar tidak keluar. Kemampuan untuk mempertahankan anggota staf berfungsi sebagai fondasi, bagi sebuah hotel, restoran, atau perusahaan perjalanan. Mari kita telusuri hal ini secara mendalam!


Apa itu employee retention dalam industri perhotelan?

Pada intinya, employee retention adalah kemampuan perusahaan untuk mempertahankan karyawannya dan mencegah mereka keluar. Hal ini diukur dengan tingkat kepuasan, yang merupakan persentase karyawan yang tetap bertahan di sebuah perusahaan selama periode tertentu. Tingkat kepuasan yang tinggi menunjukkan lingkungan karyawan yang positif dan strategi yang efektif, sementara tingkat yang rendah menandakan potensi masalah dengan kepuasan kerja atau budaya di dalam perusahaan tersebut. Dalam industri perhotelan sendiri, employee retention juga sangat perlu diperhatikan tidak hanya kepuasan pelanggan saja karena pelanggan yang puas juga berasal dari karyawan yang kompeten dan profesional mampu melayani tamu dengan hati yang senang.

Baca lebih lanjut: Mastering Guest Satisfaction: Avoid These 7 Hotel Mistakes

Mengapa employee retention itu penting?

Memprioritaskan Kepuasan Tamu

Konsistensi sangat dihargai dalam industri perhotelan. Para tamu lebih cenderung mengunjungi kembali tempat yang pernah mereka kunjungi sebelumnya. Memiliki anggota staf yang mengingat preferensi tamu akan menambah sentuhan pada layanan yang diberikan.

Pertimbangan Keuangan

Proses perekrutan tidak hanya memakan waktu, juga melibatkan biaya. Ini termasuk mengiklankan lowongan pekerjaan, melakukan wawancara, melatih karyawan, dan menangani ketidakefisienan yang muncul saat orientasi. Dengan memperhatikan employee retention, kita dapat mengurangi biaya berulang ini.

Baca lebih lanjut: Temukan Cara Efektif Menghasilkan Review Online

Membina Moral Karyawan

Tingkat pergantian karyawan yang tinggi dapat berdampak negatif pada tenaga kerja yang ada. Karyawan mungkin merasa terbebani dengan tanggung jawab menyaksikan perubahan dalam dinamika tim atau memiliki kekhawatiran tentang keamanan kerja.

Mempertahankan Keahlian Institusi

Setiap perusahaan memiliki operasi dan memahami nuansa kliennya dengan baik. Perlunya employee retention karena karyawan berpengalaman yang akrab dengan seluk-beluk ini dapat secara efektif menavigasi tantangan dalam memastikan operasi.

Baca lebih lanjut: 7 Powerful Ways to Use Customer Data to Skyrocket Your Hotel Revenue

Bagaimana strategi employee retention yang efektif untuk perhotelan?

karyawan yang bahagia karena employee retention yang sukses di perusahaan agensi digital

Kompensasi dan Tunjangan

  • Gaji: Gaji yang kompetitif adalah hal yang mendasar. Survei pasar secara teratur dapat memastikan bahwa kompensasi selaras dengan, atau bahkan melebihi, standar industri.
  • Tunjangan Kesehatan: Paket kesehatan yang komprehensif dapat menjadi faktor penentu bagi banyak orang ketika memilih untuk tinggal.
  • Bonus dan Insentif: Bonus berbasis kinerja dapat memotivasi karyawan untuk melampaui target mereka.

Pelatihan, Pembelajaran, dan Pengembangan

  • Program Orientasi: Memperkenalkan karyawan baru pada budaya perusahaan, operasi, dan peran mereka, sehingga transisi mereka berjalan mulus.
  • Pelatihan Berkelanjutan: Sesi peningkatan keterampilan secara teratur memastikan karyawan diperlengkapi untuk menangani tantangan yang terus berkembang.
  • Jenjang Karier: Jalur pertumbuhan yang jelas dapat memotivasi karyawan untuk membayangkan masa depan jangka panjang dengan perusahaan.

Baca lebih lanjut: Mastering Guest Satisfaction: Avoid These 7 Hotel Mistakes

Pengakuan dan Penghargaan

  • Tinjauan Berkala: Tinjauan bulanan atau triwulanan dapat membantu mengakui pencapaian.
  • Penghargaan Karyawan: Penghargaan nyata, seperti ‘Karyawan Terbaik Bulan Ini’, dapat meningkatkan semangat kerja.
  • Pujian Publik: Menyoroti pencapaian dalam buletin atau pertemuan perusahaan dapat memberikan perhatian kepada karyawan yang layak mereka dapatkan.

Fleksibilitas dan Keseimbangan Kehidupan Kerja

  • Pergantian Shift: Mengingat sifat sektor perhotelan yang bekerja 24/7, rotasi shift dapat mencegah burnout.
  • Waktu Istirahat: Pastikan karyawan mendapatkan waktu istirahat yang teratur dan didorong untuk memanfaatkan hari libur mereka.

Baca lebih lanjut: Kuasai Seni Otomasi: 4 Manfaat Utama ChatGPT untuk Pemilik Hotel

Saluran untuk Komunikasi Terbuka

  • Mekanisme Umpan Balik: Kotak saran anonim atau platform digital dapat memungkinkan karyawan untuk menyuarakan kekhawatiran tanpa rasa takut.
  • Kebijakan Pintu Terbuka: Manajemen yang mudah didekati mendorong karyawan untuk mendiskusikan masalah secara langsung.

Membangun Lingkungan Kerja yang Positif

  • Pembangunan Tim: Tamasya yang terorganisir, makan siang tim, atau lokakarya dapat memperkuat hubungan antar departemen.
  • Penyelesaian Konflik: Menangani keluhan dengan segera memastikan bahwa masalah kecil tidak meningkat.

Keterlibatan Karyawan

  • Lokakarya: Sesi dengan topik seperti manajemen stres atau perencanaan keuangan dapat memberikan nilai tambah.
  • Perayaan: Menandai ulang tahun, hari jadi, atau festival dapat menumbuhkan rasa memiliki.

Baca lebih lanjut: 5 Strategi yang Dapat Membuat Villa Anda di Bali Menonjol

Apa saja strategi dalam menerapkan employee retention?

ada lima strategi untuk employee retention yang sukses

Employee retention adalah kemampuan organisasi/perusahaan untuk mempertahankan karyawan yang profesional, produktif dan berkualitas. Menerapkan strategi saja tidak cukup. Evaluasi rutin menggunakan analisis SDM dapat membantu mengidentifikasi tren, potensi masalah, atau area yang perlu ditingkatkan. Survei karyawan, wawancara keluar, dan sesi umpan balik dapat memberikan wawasan langsung dari lapangan, sehingga dapat memfasilitasi perbaikan yang diperlukan.

Kesimpulan

Industri perhotelan, yang dicirikan oleh esensi layanannya, tumbuh subur dengan interaksi antar manusia. Sementara para tamu berada di garis depan, para profesional yang melayani mereka adalah tulang punggungnya. Memastikan para profesional ini tetap berkomitmen, termotivasi, dan puas adalah hal yang terpenting. Memahami bahwa setiap karyawan menginginkan lebih dari sekadar gaji – mereka menginginkan pertumbuhan, pengakuan, keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, serta rasa memiliki – sangatlah penting.

Strategi yang disesuaikan, manajemen yang responsif, dan evaluasi rutin merupakan tiga serangkai yang memastikan employee retention yang tinggi, yang mendorong perusahaan ke tingkat kesuksesan yang lebih tinggi. Meskipun suara tamu sangat penting, ingatlah: karyawan yang puas sering kali menghasilkan tamu yang puas. Dan dalam tarian rumit dunia perhotelan, kedua pemain ini memegang peran penting.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Employee retention is influenced by the company’s internals, career opportunities and paths, awards, scoop tasks and workloads, and relationships between other employees.

The impact obtained by the company, if it fails to implement employee retention, is a decrease in employee performance which can have a negative impact on the sustainability of the company’s productivity.


Kami harap artikel ini memberikan gambaran yang lebih rinci mengenai pengertian bahwa employee retention adalah bagaimana perusahaan mempertahankan karyawannya di sektor perhotelan dan strategi yang perlu dilakukan oleh tiap perusahaan perhotelan. Baca lebih banyak blog kami tentang tips digital marketing dalam industri perhotelan di sini!

Menghadapi tantangan industri perhotelan dengan panduan ahli. Konsultan kami siap membantu!

Hubungi Sekarang

Bagikan ke

Kategori Lainnya

  • Blog (217)