fbpx

UI dan UX: Apa Bedanya? | Dasar-dasar Desain Situs Web

UI Vs UX: Apa Bedanya? | Dasar-dasar Desain Situs Web
/

Ada beberapa perselisihan terkenal di dunia desain yang tidak pernah diselesaikan sepenuhnya. Salah satu yang besar adalah perbedaan antara UI dan UX.

Pada tingkat paling dasar, antarmuka pengguna (UI) adalah kumpulan layar, halaman, dan item visual seperti tombol dan ikon yang memungkinkan seseorang berinteraksi dengan produk atau layanan.

Di sisi lain, pengalaman pengguna (UX) adalah pengalaman internal yang dimiliki seseorang saat menggunakan setiap aspek produk dan layanan perusahaan.

Adalah umum bagi orang untuk menyalahgunakan kata-kata ini secara bergantian, atau bahkan secara keliru. Jika Anda pernah bertanya-tanya, “Apa itu UI, apa itu UX, dan apa perbedaan di antara keduanya?” dalam posting ini kita akan menggali lebih dalam tentang UI dan UX untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang perbedaan di antara mereka!


Tampilan Singkat

Hal pertama adalah: Apa sebenarnya arti UX dan UI? Terlepas dari kenyataan bahwa mereka telah ada selama beberapa dekade, ribuan tahun, dan telah didefinisikan oleh industri teknologi sebagai desain UX dan UI secara teori selama berabad-abad, orang-orang yang Anda dengar sedang mendiskusikan dua profesi yang berbeda.

Frasa desain UX mengacu pada gagasan “desain pengalaman pengguna”, sedangkan desain UI berarti “desain antarmuka pengguna”. Kedua elemen sangat penting untuk suatu produk dan bekerja sama secara erat. Terlepas dari koneksi profesional mereka, tanggung jawabnya sangat berbeda. Mereka mengacu pada dua bidang yang sangat berbeda dari proses pengembangan produk dan bidang desain.

Mari kita mulai dengan definisi UX dan UI sebelum kita melihat perbedaan utama di antara keduanya!

Apa itu UI?

Antarmuka pengguna (UI) diwakili oleh tampilan visual dari desain suatu sistem. Pandangan ini memungkinkan konsumen untuk terlibat dengan suatu produk.

UI melayani dua tujuan: Tidak hanya berfungsi sebagai koneksi, tetapi juga mempercantik tampilan untuk meningkatkan kepuasan pengguna. Namun, UI tidak hanya harus menarik, tetapi juga mudah digunakan.

Komponen tombol, ikon tipografi, tema, tata letak, animasi yang muncul pada barang, dan visual interaktif lainnya adalah beberapa contoh elemen UI. Semua elemen UI ini dirancang agar menarik dan mudah digunakan. Akibatnya, konsumen dapat menikmati dan menghargai produk Anda.

Apa yang dilakukan desainer UI?

Pekerjaan desainer UI dimulai saat pekerjaan desainer UX berakhir—pada tahap pembuatan prototipe. Mereka meningkatkan gambar rangka dengan desain visual agar lebih bermanfaat, menarik secara estetika, dan dapat disesuaikan untuk berbagai ukuran layar.

Sekarang, mari kita lihat lebih dekat tugas-tugas seorang desainer UI!

Tampilan dan nuansa produk

  • Riset desain: Riset memungkinkan Anda memberikan informasi tentang pengguna dan pesaing Anda, serta tren desain terbaru. Ini sangat penting untuk mendapatkan inspirasi dan membangun antarmuka yang sesuai dengan harapan konsumen.
  • Desain visual: Desainer UI bertanggung jawab atas tata letak produk serta semua elemen visual UI, seperti warna, font, ikon, tombol, dan sebagainya.
  • Pengembangan grafis dan branding: Desain UI dipengaruhi oleh positioning merek produk secara keseluruhan. Desainer harus menemukan keseimbangan yang tepat antara kegunaan dan secara konsisten menampilkan identitas merek yang diciptakan oleh tim pemasaran atau kreatif. Akibatnya, desain UI terkait erat dengan desain grafis.
  • Sistem desain: Desainer UI menggunakan panduan gaya, pustaka pola, dan komponen untuk menjelaskan bagaimana setiap komponen harus muncul (warna, font, dll.) untuk memastikan konsistensi produk dan merek.

Daya tanggap dan interaktivitas

  • Desain responsif: Antarmuka harus beradaptasi dengan semua jenis perangkat, platform, dan ukuran layar baik dari segi bentuk maupun fungsi.
  • Interaktivitas dan animasi: Untuk membuat interaktivitas antarmuka, desainer UI dapat menggunakan animasi, perubahan tampilan atau perilaku, dan elemen interaktif lainnya.
  • Prototyping: Sebuah prototipe UI adalah representasi real-time dari semua komponen UI dan interaksi desain. Desainer UI membuat prototipe untuk memahami bagaimana produk akan bekerja dan untuk melakukan pengujian pengguna.
Apa itu UI?

Apa itu UX?

Desain suatu produk melalui pendekatan pengguna dikenal dengan istilah user experience (UX). Dengan pendekatan ini, Anda dapat membuat produk yang memenuhi kebutuhan dan keinginan pengguna.

Saat pengguna menggunakan produk Anda, desain UX yang positif akan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi pengguna. Ketika pengguna menggunakan produk, mereka merasa mudah dan nyaman.

Sedangkan komponen UX ini mencakup bagaimana fitur produk disampaikan, struktur desain, navigasi penggunaan produk, elemen desain visual, dan semua aspek interaksi pengguna. UX adalah tentang branding, konten, dan copywriting yang sesuai untuk audiens target Anda.

Mari kita lihat lebih dekat tugas seorang desainer UX.

Riset dan strategi

  • Rencana: Pada awal proses desain UX, desainer harus menetapkan rencana strategis yang memastikan pemangku kepentingan selaras dan bekerja menuju tujuan yang sama.
  • Riset pengguna: Sementara sebagian besar dari kita menganggap desain sebagai visual murni, pekerjaan desainer UX sebagian besar adalah pemecahan masalah konseptual berdasarkan penelitian dan data.
  • Arsitektur informasi: Arsitektur informasi (IA) adalah proses pengaturan dan pelabelan konten situs web, aplikasi, atau produk. Tujuannya adalah untuk membantu pengguna menemukan informasi dan mencapai tujuan mereka.

Wireframing dan prototipe

  • Membuat alur pengguna: Desain UX adalah proses berbicara kepada pengguna untuk menentukan kebutuhan mereka, diikuti dengan pembuatan alur pengguna yang optimal yang dapat membantu mereka dalam menyelesaikan tugas mereka. Perjalanan pengguna adalah fokus yang menyiratkan bahwa dampak desainer UX pada bagaimana produk yang sudah selesai sebenarnya terlihat terbatas.
  • Wireframing: Wireframe adalah struktur dasar dari sebuah antarmuka—hal-hal mendasar yang diperlukan untuk memahami bagaimana sebuah desain akan berfungsi pada tingkat fungsional. Ini dapat dibuat secara digital atau digambar di atas kertas.
  • Pengujian: Apa cara terbaik bagi seorang desainer UX untuk menentukan apakah mereka melakukan pekerjaan mereka dengan benar atau tidak? Pengujian dengan pengguna nyata. Dengan melakukan pengujian awal selama proses desain dengan prototipe yang belum sempurna atau bahkan mockup kertas. Desain UX membutuhkan pengumpulan data dari pengguna untuk memvalidasi konsep dan asumsi mereka.
  • Analisis: Desainer UX berkolaborasi dengan manajer produk dan peneliti untuk menginterpretasikan temuan pengujian dan menentukan tindakan selanjutnya berdasarkan temuan tersebut.
Apa itu UX?

Apa perbedaan antara UI dan UX?

Setelah mengetahui pengertian UI dan UX, apakah sekarang Anda sudah mengetahui perbedaan keduanya? Jika tidak, jangan khawatir. Di bagian ini, kami akan menjelaskan apa perbedaan antara UI dan UX.

Tujuan Desain

Perbedaan mendasar antara UI dan UX adalah tujuan desain. Desain UI dan UX difokuskan pada hal yang sangat berbeda. Tujuan dari desain UX untuk suatu produk adalah untuk meningkatkan tampilan produk. Sedangkan desain UX difokuskan untuk menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi pengguna setiap kali mereka menggunakan produk.

Fokus desain UI adalah tampilan produk, sedangkan fokus desain UX adalah kepuasan menggunakan produk.

Sederhananya, kesan pertama pengguna melihat produk Anda akan dipengaruhi oleh desain UI. Sedangkan UX mempengaruhi bagaimana UX saat menggunakan produk.

Proses Desain

Proses desain itu sendiri bervariasi tergantung pada tujuannya. Akibatnya, proses desain UI dan UX berbeda.

Karena proses desain UX difokuskan pada pengalaman pengguna, maka didasarkan pada penelitian pengguna untuk menghasilkan barang yang disukai dan dibutuhkan oleh pengguna yang ditargetkan. Peneliti UX adalah salah satu dari sekian banyak orang yang terlibat dalam proses tersebut, yang juga melalui beberapa fase dan membutuhkan masukan dari banyak pihak. Sketsa desain dibuat oleh desainer setelah melakukan penelitian. Ini termasuk gambar rangka dan prototipe.

Sementara itu, desain UI juga membutuhkan riset. Namun, penelitian ini dirancang untuk menghasilkan desain yang menarik yang sesuai dengan konsep. di sini, desainer UI harus membangun model desain sebelum mereka mulai bekerja dengan membuat mockup.

Komponen Desain

Komponen Desain UI memperhatikan keindahan tampilan produk akhir. Warna, gambar dan video dinamis, tipografi, tombol, dan interaksi visual lainnya adalah contoh komponen UI.

Sementara itu, komponen desain UX berfokus pada hampir semua aspek produk, termasuk fitur, struktur desain, dan navigasi. Ini juga mencakup desain produk, tampilan antarmuka, copywriting, dan branding. Kerja tim diperlukan untuk mengembangkan desain produk yang efektif karena ini melibatkan semua disiplin ilmu ini.

Alat yang digunakan

Proses manufaktur yang berbeda memerlukan alat yang berbeda. Keindahan gambar merupakan hal penting bagi desainer UI. Akibatnya, mereka membutuhkan aplikasi yang memungkinkan mereka membuat desain antarmuka pengguna yang terperinci.

Ada beberapa aplikasi desain UI untuk dipilih, seperti Flinto, Principle, Frames X, Adobe Illustrator, dan lain-lain. Aplikasi ini mencakup banyak alat untuk membantu desainer UI, termasuk ikon interaksi khusus, transisi sederhana, aset dan kit UI, dan banyak lagi.

Sementara itu, desainer UX membutuhkan lebih banyak alat prototipe desain untuk mendapatkan umpan balik pengguna dengan mudah. Sketch, InVision, Figma, Adobe XD, dan Axure adalah contoh alat prototyping desain yang membantu desainer UX.

Alat kolaborasi, pengeditan waktu nyata, desain pengujian sederhana, dan sebagainya adalah contoh dari beberapa fitur yang mungkin disertakan. Fitur ini akan memudahkan desainer UX untuk mendapatkan feedback untuk menghasilkan produk yang user-friendly.

Keahlian yang dibutuhkan

Menjadi seorang UI designer dan UX designer membutuhkan keahlian tersendiri. desain grafis, branding desain, pemikiran kreatif, dan pemikiran konvergen adalah beberapa bakat yang dibutuhkan untuk seorang desainer UI. Desainer UI harus memiliki kemampuan untuk mendesain tampilan produk yang terlihat menarik dan mudah digunakan agar terlihat menarik dan user-friendly.

Seorang desainer UX berfokus pada merancang produk dengan pendekatan pengguna, membuatnya mudah digunakan. Akibatnya, mereka harus dilatih untuk melakukan penelitian, mengembangkan pemikiran analitis, memecahkan masalah, berpikir kritis, dan menghasilkan ide-ide inovatif.

Apa perbedaan antara UI & UX?

Mudah-mudahan, kami telah memberikan semua informasi yang Anda butuhkan tentang UI dan UX untuk meningkatkan kesan pertama yang baik di situs web bisnis Anda. Untuk strategi UI dan UX tingkat lanjut, silakan hubungi SATUVISION.

Mari Bekerja Bersama!

Mari terhubung dengan kami dan dapatkan penawaran gratis.

SATUVISION adalah agensi digital terlengkap di Bali yang menyediakan pemasaran digital, periklanan, pengembangan web, SEO, dan layanan kreatif.

2022 PT. Media Group Asia. All rights reserved.